Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII pada Sabtu (20/06). Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi antara kampus, program studi, dan keluarga mahasiswa dalam mendukung keberhasilan studi. Acara diawali dengan sesi tingkat fakultas di Auditorium FTI UII, Gedung KH Mas Mansyur.

Dekan Fakultas Teknologi Industri UII menyampaikan sambutan dan menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan keluarga mahasiswa. Selanjutnya, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni FTI UII, memaparkan layanan kemahasiswaan, program pengembangan diri, serta peluang beasiswa. Lebih lanjut, Tim Badan Sistem Informasi (BSI) UII juga memperkenalkan layanan akademik melalui platform UII Gateway.

Penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi

Melynda Intan Sahara, mahasiswa MR penerima pengharagaan

FTI UII memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik maupun nonakademik. Salah satu penerima penghargaan dari Program Studi Manajemen Rekayasa adalah Melynda Intan Sahara yang telah menunjukkan dedikasi, prestasi, dan kontribusi positif selama masa studi.

Sesi Diskusi Orang Tua/Wali Mahasiswa

Dalam Temu Wali Angkatan 2025 dilakukan sesi diskusi antar wali mahasiswa

Sesi tingkat fakultas ditutup dengan diskusi bersama Ratna Syifa Rachmahina, S.Psi., M.Si., Psikolog dengan tema “Peran Orang Tua dalam Literasi Keuangan Mahasiswa”. Melalui sesi ini, orang tua dan wali mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pendampingan pengelolaan keuangan, kemandirian finansial, dan tanggung jawab mahasiswa.

Profilisasi Program Studi Manajemen Rekayasa

Elanjati Worldailmi, memaparkan profil program studi Manajemen Rekayasa

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi program studi di Ruang 03.11 Lantai 3 FTI UII. Ir. Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa, memaparkan profil program studi, visi misi, kurikulum, sistem pembelajaran, serta kompetensi lulusan. Beliau menjelaskan bahwa Manajemen Rekayasa mengintegrasikan ilmu rekayasa, teknologi, dan manajemen untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri. Selain itu, mahasiswa juga didukung melalui berbagai kegiatan seperti organisasi, kompetisi, penelitian, magang, dan kolaborasi industri.

Dialog Bersama Dosen Pembimbing Akademik

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) untuk memperkuat komunikasi antara program studi dan keluarga mahasiswa. Orang tua dan wali mahasiswa berdiskusi mengenai sistem pembelajaran, pembimbingan akademik, serta perkembangan studi mahasiswa di UII. Muhammad Komarudin, wali mahasiswa dari Muhammad Azzam Faiz Jibran, mengungkapkan kesannya saat ditemui usai mengikuti sesi dialog bersama Dosen Pembimbing Akademik.

“Alhamdulillah, saya sangat puas dengan arahan dan bimbingan yang diberikan pada pertemuan hari ini. Saya juga sangat berterima kasih atas berbagai saran dan masukan yang telah disampaikan. Semoga anak saya dapat tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku dan berakhlak baik, serta Universitas Islam Indonesia semakin maju dan semakin baik ke depannya,” ungkapnya

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Rekayasa UII berharap dapat memperkuat sinergi antara kampus dan keluarga mahasiswa untuk mendukung perkembangan mahasiswa menjadi lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

Penulis: Vina Safira, Mukti Faunia Rahmayani
Editor: Syawarani Gayatri

Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia mengenang perjuangan para pendahulu yang mempertaruhkan segalanya demi satu kata: merdeka. Namun di usia kemerdekaan yang ke-81, pertanyaan yang layak direnungkan bukan lagi “apakah kita sudah merdeka?”, melainkan “sejauh mana kita telah memaknai kemerdekaan itu secara utuh?”

Kemerdekaan 1945 adalah kemerdekaan dari penjajahan fisik. Namun di era ini, ada bentuk penjajahan baru yang lebih senyap, yaitu ketergantungan teknologi. Ketika peralatan industri, perangkat lunak, dan sistem produksi kita masih banyak bergantung pada lisensi dan produk asing, di situlah kemerdekaan sesungguhnya sedang diuji kembali.

Kemerdekaan Sejati adalah Kemampuan Membangun Sendiri

Bangsa yang benar-benar merdeka adalah bangsa yang mampu merancang, membangun, mengelola, dan mengembangkan teknologinya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya sendiri bukan sekadar menjadi pasar bagi teknologi bangsa lain. Di sinilah relevansi Manajemen Rekayasa;disiplin yang menjembatani penguasaan teknologi dengan kemampuan mengelolanya secara efektif dan berkelanjutan. Sehebat apa pun teknologi diciptakan, ia tidak akan berdampak nyata bila tidak dikelola dan diarahkan dengan baik.

Peran Manajemen Rekayasa dalam Mewujudkan Kemandirian Teknologi

Menjembatani Sains, Teknik, dan Bisnis

Banyak inovasi anak bangsa berhenti di laboratorium karena tidak diterjemahkan menjadi produk yang layak secara teknis sekaligus ekonomis. Manajemen Rekayasa memastikan sebuah rekayasa tidak hanya cerdas secara konsep, tetapi juga dapat diproduksi dan berkelanjutan.

Mengelola Proyek Rekayasa Berskala Nasional

Infrastruktur, energi terbarukan, dan transformasi digital industri memerlukan pengelolaan proyek yang kompleks. Kompetensi manajemen proyek rekayasa menjadi fondasi agar proyek strategis bangsa selesai tepat mutu, waktu, dan biaya.

Mendorong Daya Saing Industri Nasional

Melalui manajemen kualitas dan optimasi sistem produksi, lulusan Manajemen Rekayasa mendorong industri dalam negeri agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi asing, tetapi mampu menghasilkan produk rekayasa yang kompetitif.

Melahirkan Pemimpin Inovasi

Kemandirian bangsa membutuhkan pemimpin yang memahami teknologi sekaligus mampu mengambil keputusan strategis. Manajemen Rekayasa mendidik mahasiswa berpikir sebagai calon pemimpin rekayasa yang mampu mengelola tim lintas disiplin di tengah ketidakpastian.

Semangat Kemerdekaan dalam Setiap Rancangan Sistem

Setiap kali insinyur merancang sistem produksi yang lebih efisien dengan komponen lokal, setiap kali sebuah tim mengelola proyek rekayasa hingga menghasilkan solusi yang dahulu harus diimpor, di situlah semangat kemerdekaan diwujudkan kembali dalam bentuk baru: berdaulat dan mandiri secara teknologi. Manajemen Rekayasa dengan demikian bukan sekadar bidang studi, melainkan ikhtiar melanjutkan cita-cita kemerdekaan dalam wajah baru kemerdekaan teknologi dan industri bangsa.

Penutup

Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya piawai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengelola dan mengarahkannya untuk kepentingan bangsa sendiri. Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Islam Indonesia hadir dengan tujuan mencetak sumber daya manusia yang memahami rekayasa sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan, agar Indonesia menjadi pemain dan pengarah masa depan teknologinya sendiri.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

 

Penulis: Mukti Faunia Rahmayani
Editor: Syawarani Gayatri

Mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil meraih penghargaan Favorite Winner dalam kegiatan EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi (SIMANTI) UII. Penghargaan tersebut diraih oleh Gina Firasya, Nabiilah Naurah, dan Huda Nur Ihsan Muhammad Akbar melalui karya yang dikembangkan dalam ajang tersebut.

EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII merupakan wadah bagi mahasiswa Manajemen Rekayasa untuk mengembangkan kemampuan dalam desain, gambar teknik, dan perancangan berbasis konsep rekayasa. Melalui tahapan penyusunan ide, pengembangan konsep, hingga penyempurnaan desain, mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum gambar teknik.

Menghadirkan Inovasi Greenspace Table

Inovasi Greenspace Table Karya Mahasiswa MR UII

Dalam proyek ini, tiga mahasiswa MR UII mengembangkan Greenspace Table, yaitu meja multifungsi untuk 1–3 orang. Meja ini menggabungkan fungsi meja, penyimpanan, dan kursi dalam satu desain. Inovasinya berupa flip storage, rak penyimpanan, serta chair recycle yang dibuat dari koran bekas dan dapat disimpan di dalam meja sehingga lebih hemat ruang. Lebih lanjut, meja ini juga memiliki folding mechanism dan roda brake lock, sehingga mudah dilipat dan dipindahkan namun tetap stabil saat digunakan. Secara keseluruhan, Greenspace Table menggabungkan fungsionalitas, efisiensi ruang, dan konsep ramah lingkungan.

Pengalaman Berharga dalam Menciptakan Karya

Bagi Nabiilah Naurah, keikutsertaan dalam EXPRO BIG PROJECT menjadi pengalaman yang berharga karena memberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam bidang rekayasa. Melalui kegiatan ini, ia bersama tim dapat belajar mengolah ide menjadi sebuah karya serta memahami pentingnya ketelitian dan kerja sama dalam proses perancangan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Pengalaman selama mengikuti EXPRO BIG PROJECT menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik,” ungkap Nabiilah Naurah.

Apresiasi atas Kreativitas Mahasiswa Manajemen Rekayasa

Pencapaian sebagai Favorite Winner menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Gina Firasya, Nabiilah Naurah, dan Huda Nur Ihsan Muhammad Akbar dalam mengembangkan karya pada EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII. Prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Manajemen Rekayasa UII dalam menggabungkan kreativitas, kemampuan teknis, dan konsep rekayasa untuk menghasilkan karya inovatif serta bermanfaat bagi dunia industri

Penulis: Vina Safira
Editor: Syawarani Gayatri

Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan webinar dengan yang diadakan secara daring pada hari Sabtu (08/11) yang mengangkat tema “What Customer Say What You Build: Belajar Desain Berbasis Data Mining”. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pemanfaatan data mining dalam proses desain produk sehingga produk dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Mukti Faunia Rahmayani sebagai MC pada acara ini memulai webinar pada pukul 09.00 WIB. Setelah menyampaikan sambutan dan membacakan susunan acara, MC memandu peserta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UII, lalu melanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Acara berlangsung dengan Zelania In Haryanto, S.T., M.T., sebagai moderator.

Pada acara ini,  Zelania selaku moderator, memperkenalkan Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. sebagai pembicara utama. Beliau merupakan dosen Manajemen Rekayasa UII yang memiliki keahlian dan pengalaman kuat di bidang data mining, serta saat ini menjabat sebagai Kepala Laboratorium Data Mining.

Memahami Kebutuhan Customer Melalui Data Mining

Dalam pemaparan materinya, Dwi Adi menekankan bahwa salah satu fungsi dari kesuksesan produk yaitu dapat mengidentifikasi customer dan memberikan penawaran produk yang dibutuhkan oleh customer. Data mining dapat berperan penting dalam penyesuaian produk dengan kebutuhan customer, pemanfaatan data mining tidak hanya berhenti pada proses mengolah dan menampilkan data, tetapi teknik ini juga menjadi fondasi awal untuk memahami pola perilaku dan preferensi pelanggan dengan tetap membutuhkan pendalaman analisis agar hasilnya benar-benar relevan dengan arah desain yang ingin dikembangkan.

“Selain data mining itu perannya menampilkan pola atau trend, kita juga perlu adanya suatu interpretasi yang lebih dalam, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan desain yang mau kita tawarkan.” ungkapnya.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa sejumlah teknik data mining yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Dwi Adi mencontohkan penggunaan sentiment analysis untuk mengidentifikasi emosi pelanggan melalui komentar positif maupun negatif, topic modeling untuk menemukan topik-topik yang paling sering dibahas sehingga perusahaan dapat mengetahui fitur apa yang dianggap penting oleh pengguna dan clustering juga menjadi teknik penting untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kesamaan perilaku dan dapat dimanfaatkan untuk segmentasi pasar. Dalam pemilihan teknik, selalu menyesuaikan jenis data yang tersedia agar hasil analisis dapat mengarahkan keputusan desain produk secara tepat dan berbasis kebutuhan konsumen.

Sesi Tanya Jawab

Webinar ini berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta mengenai peran data mining yang dapat menjembatani kesenjangan antara apa yang pelanggan ungkapkan dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, terkait teknik data mining dapat mengidentifikasi potensi penipuan digital, hingga merancang kuesioner yang efektif agar data yang terkumpul valid dan representatif.

Menanggapi hal tersebut, Dwi Adi menekankan pentingnya pemilihan sampel yang tepat, penggunaan teknik data mining yang sesuai serta perlunya interpretasi manusia untuk memahami konteks sosial, emosi, dan motif pengguna yang tidak selalu tampak dalam pola data. Dwi Adi juga menjelaskan bahwa data mining memiliki penerapan yang luas, mulai dari mengidentifikasi potensi penipuan pada layanan digital, memahami kebutuhan pelanggan untuk pengembangan produk, hingga memetakan karakteristik pengguna sebagai dasar segmentasi pasar.

Sesi ini kemudian ditutup dengan kesimpulan bahwa data mining bukan sekadar alat teknis, melainkan fondasi penting yang harus dikaitkan dengan kreativitas serta intuisi manusia agar keputusan desain produk yang dihasilkan lebih tepat, relevan, dan berkelanjutan. Dengan antusias  peserta yang tinggi sepanjang diskusi, panitia menutup acara dengan harapan bahwa wawasan yang diperoleh dapat mendorong peserta untuk terus mendalami potensi data mining pada proses desain dan pengembangan inovasi produk di masa mendatang.

Nisrina Nur Masrefa

Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menyelenggarakan Webinar Pengenalan Profesi pada Sabtu (18/10) melalui platform Zoom. Kegiatan ini mengangkat tema “Siap Jadi Product Designer? Yuk Kenali Dunia Design Product” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ruang lingkup desain produk serta pentingnya inovasi yang berangkat dari kebutuhan pengguna.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan dipandu oleh Mukti Faunia Rahmayani, mahasiswa Manajemen Rekayasa angkatan 2025 sebagai MC. Ia kemudian memperkenalkan narasumber, Ratih Dianingtyas Kurnia, Ph.D., seorang dosen Manajemen Rekayasa UII yang memiliki kompetensi dalam bidang perancangan produk: desain berbasis pengguna, dan sistem inovasi.

Desain Produk yang Berpusat pada Pengguna

Pada pemaparan materi, Beliau menjelaskan bahwa desain produk tidak sekadar memperindah tampilan sebuah benda. Lebih dari itu, desain harus memastikan produk tersebut fungsional, nyaman, mudah digunakan, dan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

“Desain yang baik adalah desain yang memudahkan pengguna, bukan sekadar menambahkan banyak fungsi,” ungkapnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya memahami User Experience (UX) dalam proses perancangan. Menurutnya, produk yang baik adalah produk yang menyesuaikan kebiasaan dan preferensi pengguna, bukan sebaliknya.

“ Desain produk itu harusnya mengikuti kebiasaan pengguna. Bukannya malah memaksa pengguna untuk mengikuti desain” tegasnya.

Untuk memenuhi hal tersebut, Beliau menjelaskan bahwa seorang desainer produk perlu memahami lima tahapan Design Thinking. Tahapan ini mencakup empathize, define, ideate, prototype dan testing kepada pengguna. Keseluruhan proses ini membantu memastikan desain yang dibuat benar-benar relevan dan bermanfaat bagi pengguna.

Sesi Diskusi

Memasuki sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana mengetahui bahwa suatu produk benar-benar efektif bagi pengguna. Menanggapi hal tersebut, Narasumber menegaskan bahwa observasi perilaku, uji coba langsung, dan evaluasi berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat dari produk yang dirancang.

“Desain bukan hanya soal kreativitas, tetapi tentang empati dan keberpihakan pada pengguna,” tegasnya.

Lebih lanjut, webinar ditutup dengan harapan agar mahasiswa MR FTI UII dapat mengenali dunia proses desain secara menyeluruh. Kedepannya merekalah yang akan berkontribusi dalam menghadirkan produk-produk inovatif. Sosok yang tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan pengalaman penggunaan yang baik.

Syawarani Gayatri

Yogyakarta, Januari 2025 — Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Rekayasa berkolaborasi dengan tim peneliti mahasiswa dari Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), mengembangkan smart headphone inovatif yang mampu mengendalikan paparan kebisingan dan pencahayaan berlebih saat bermain video game. Hasil penelitian ini dituangkan dalam paper berjudul “Studi Pendahuluan Perancangan Smart Headphone untuk Pengendalian Paparan Kebisingan dan Pencahayaan” yang dipublikasikan melalui SEMNAS RISTEK (Seminar Nasional Riset dan Teknologi). Penelitian tersebut merupakan salah satu penelitian yang diselesaikan dosen manajemen rekayasa. 

Tim peneliti terdiri dari Ratih Dianingtyas Kurnia, Ph.D., dosen Prodi Manajemen Rekayasa, serta empat mahasiswa prodi Teknik Industri — Virna Kumala, M. Ilham Ivansyah, Nabila Alifah, dan Muhammad Ryan Febriansyah — yang berperan aktif dalam pengumpulan data, perancangan sistem, dan analisis hasil penelitian. menyoroti risiko kesehatan akibat paparan bising hingga 80 dB dan pencahayaan rendah saat bermain game. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi hingga menyebabkan gangguan pendengaran dan penglihatan.

“Melalui riset ini, kami ingin menghadirkan teknologi wearable yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu melindungi pengguna dari paparan berlebih,” ujar Ratih, dosen sekaligus peneliti utama.

Smart headphone ini mengintegrasikan sensor suara KY-038 dan sensor cahaya TSL45315 yang terhubung dengan Raspberry Pi sebagai pengendali utama. Sistem akan otomatis mengaktifkan fitur noise-cancellation atau memberikan notifikasi suara bila pengguna terpapar kebisingan atau cahaya di luar ambang batas aman.

Rancangan produk juga mengacu pada prinsip ergonomi dan antropometri, dengan menyesuaikan ukuran kepala dan telinga pengguna agar tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Analisis data menunjukkan seluruh dimensi tubuh responden berdistribusi normal, memastikan desain sesuai untuk berbagai ukuran pengguna.

Penelitian ini menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi audio cerdas yang berorientasi pada kesehatan pengguna. “Harapannya, riset ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan wearable technology lain yang lebih adaptif dan ramah terhadap kondisi fisik manusia,” tambah Ratih.

Selain sebagai solusi bagi gamer, teknologi ini juga berpotensi diterapkan di sektor industri dan pendidikan yang memerlukan kontrol terhadap kebisingan dan pencahayaan lingkungan kerja.

Program Studi Manajemen Rekayasa FTI UII merupakan bidang yang menggabungkan disiplin teknik, manajemen, dan inovasi teknologi untuk menjembatani proses perancangan hingga implementasi solusi rekayasa yang bernilai bisnis. 

Mahasiswa di prodi ini dibekali kemampuan analisis sistem, manajemen proyek, serta pengembangan produk berbasis teknologi agar mampu mengelola sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Dengan karakter interdisipliner tersebut, Manajemen Rekayasa menjadi jurusan yang sangat relevan untuk mengembangkan produk inovatif seperti smart headphone ini, karena menuntut pemahaman tentang teknologi, kebutuhan pengguna, dan aspek manajerial dalam proses inovasi.

Sumber: Studi Pendahuluan Perancangan Smart Headphone untuk Pengendalian Paparan Kebisingan dan Pencahayaan

Rani Novalentina

Kendaraan listrik kini menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan masyarakat urban. Tingginya kesadaran generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap isu lingkungan dan energi terbarukan turut mendorong meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik di Indonesia. Namun, di balik ramainya perbincangan publik tentang kendaraan listrik, adopsinya di Indonesia ternyata belum secepat yang dibayangkan. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, terutama kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan dan ekspektasi masyarakat.

Masalah ini menarik perhatian Dr. Dwi Adi Purnama. Ia merupakan dosen Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Bersama tim peneliti lainnya, beliau melakukan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional berjudul  “Data-driven Public Policy for Electric Vehicles (EV) through Open Innovation and Dynamic Consumer Preferences.”

Dari Media Sosial Menjadi Pemodelan Data

Dalam penelitiannya, Dr. Dwi Adi menggunakan pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih melakukan survei konvensional, tim peneliti memanfaatkan big data dari media sosial (Twitter/X) untuk menangkap opini publik secara real-time. Mereka mengumpulkan lebih dari 170 ribu cuitan masyarakat Indonesia terkait kendaraan listrik selama hampir satu dekade (2014–2023).  Data ini kemudian dianalisis menggunakan teknik machine learning dan analisis sentimen untuk melihat bagaimana persepsi publik terhadap kendaraan listrik dari waktu ke waktu.

Dari hasil pengolahan data tersebut, tim menemukan berbagai topik utama yang sering dibahas masyarakat — mulai dari harga kendaraan, baterai, jarak tempuh, hingga infrastruktur pengisian daya. Analisis ini kemudian menjadi dasar lahirnya model inovatif bernama D-PII–IPA (Dynamic Product Improvability Index – Importance Performance Analysis).  Pemodelan ini memungkinkan pemerintah untuk menentukan prioritas kebijakan dan inovasi produk berdasarkan opini publik yang terus berubah. Dengan memanfaatkan big data, kebijakan tidak lagi dibuat hanya dari sudut pandang pembuatnya, tetapi juga mempertimbangkan suara masyarakat sebagai pengguna akhir.  

Hasil pemodelan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan, antara lain pemberian insentif harga, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta peningkatan kenyamanan dan edukasi publik mengenai kendaraan listrik. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah terkait strategi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Perpaduan Data dan Teknologi untuk Masyarakat

Lebih dari sekadar riset kebijakan, penelitian ini menunjukkan bagaimana teknologi dan data dapat berkolaborasi untuk menghasilkan keputusan yang berdampak nyata. Model ini menjadi kontribusi penting dalam bidang Manajemen Rekayasa, karena berhasil mengintegrasikan teknologi data, analisis sistem, dan pengambilan keputusan strategis. Melalui karya ini, Dr. Dwi Adi Purnama menegaskan salah satu kekuatan utama bidang Manajemen Rekayasa — bagaimana seorang engineer-manager mampu menerjemahkan data dan teknologi menjadi dasar pengambilan keputusan yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sumber: https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2025.100583

Syawarani Gayatri

Pada Kamis (11/08), segenap civitas akademika Program Studi Manajemen Rekayasa (MR), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) dengan hangat menyambut mahasiswa baru 2025 selaku angkatan pertama. Acara penyambutan yang digelar di Gedung KH Mas Mansyur ini menjadi momen bersejarah sekaligus menandai dimulainya perkuliahan perdana Prodi Manajemen Rekayasa yang telah resmi dibuka pada Mei 2025 lalu. 

Tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka oleh MC, Sang Adji Paco Labib dan Bintang Nairah Yuan. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UII. Pembacaan tilawah dilakukan oleh Abdurohman, perwakilan mahasiswa baru MR. Acara selanjutnya merupakan sambutan Kaprodi Manajemen Rekayasa, Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc,. Beliau dengan hangat meyambut dan menyapa secara langsung mahasiswa baru MR 2025.

“Selamat datang kepada adik-adik mahasiswa baru Program Studi Manajemen Rekayasa di kampus FTI UII. Kami berharap kalian dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi unggul yang berkontribusi nyata melalui prodi ini,” ujar Elanjati.

Hangatnya Interaksi Dosen dan Maba MR

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Beliau menyampaikan bahwa bersama prodi Manajemen Rekayasa, mahasiswa akan dipersiapkan untuk menjadi generasi muda yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Selanjutnya, suasana terasa meriah ketika para dosen Prodi Manajemen Rekayasa memperkenalkan diri dan berbagi cerita bersama mahasiswa baru. Dilanjutkan dengan pemaparan Program S1 Reguler oleh Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., selaku perwakilan dosen MR. Beliau menjelaskan skema perkuliahan, fokus bidang studi, timeline perkuliahan, hingga fasilitas yang tersedia. Sesi yang berlangsung interaktif ini, memberikan gambaran kepada mahasiswa agar dapat lebih siap menghadapi dunia perkuliahan. 

Terakhir, puncak acara ditutup dengan sesi perkenalan dari mahasiswa baru MR yang mempererat rasa kebersamaan dan semangat memulai perjalanan akademik. Salah satu perwakilan mahasiswa, Muhammad Kadafi Aldi, membagikan kesan pertamanya.

“First Impression aku seru banget karena teman-temannya humble, dosennya juga seru dan fasilitasnya memadai,” ungkapnya.

Kadafi berharap selama berkuliah di Manajemen Rekayasa, dapat membantunya beradaptasi untuk menjadi relevan dengan kebutuhan industri, baik pada masa kini maupun masa depan

Acara ini menandai awal perjalanan Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII. Selamat datang kepada mahasiswa baru angkatan 2025. Mari bertumbuh dan bertransformasi menjadi generasi muda yang kompeten, demi masa depan yang lebih cerah.

Syawarani Gayatri

Pada Selasa (27/05) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi meluncurkan Program Studi S1 Manajemen Rekayasa. Program ini menjadi yang pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen UII dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern.

Program studi ini telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui SK Nomor 175/B/O/2025 yang diterbitkan pada 24 Maret 2025. Dengan terbitnya SK tersebut, Prodi Manajemen Rekayasa siap menerima mahasiswa baru untuk semester ganjil tahun akademik 2025/2026.

Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Dekan FTI UII, hadir Dekan FTI UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Ketua Jurusan Teknik Industri Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc.

“Peluncuran Prodi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga profesional yang mampu mengintegrasikan aspek rekayasa dan manajemen secara sistemik,” ujar Prof. Hari Purnomo.

Prodi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dalam mengelola proses bisnis dan operasional berbasis pendekatan efisiensi dan digitalisasi. Program ini menonjolkan pendidikan multidisipliner dengan fokus pada digital data-driven product design.

Imam Djati Widodo menambahkan bahwa keunggulan utama program ini terletak pada penerapan sistem pembelajaran hybrid, yaitu kombinasi pembelajaran daring dan luring yang fleksibel. “Kami ingin memberikan akses pembelajaran yang luas, relevan, dan selaras dengan dinamika teknologi digital tanpa mengurangi kualitas akademik,” jelasnya.

Selain itu, kurikulum Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII juga mengedepankan kolaborasi dengan industri, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta integrasi nilai-nilai keislaman sebagai ciri khas lulusan UII.

Ketua Program Studi, Elanjati Worldailmi, menyampaikan bahwa program ini berfokus menghasilkan lulusan yang EPIC — Ethical, Professional, Intelligent, dan Competent. “Melalui pendekatan Capstone Design, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktis dalam pengembangan produk tanpa kewajiban menulis skripsi tradisional, sehingga lebih siap langsung terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Masa studi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal delapan semester, dengan biaya yang relatif terjangkau. Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka dan Prodi siap menerima calon mahasiswa untuk semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Informasi lebih lanjut mengenai struktur kurikulum, skema beasiswa, hingga alur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Manajemen Rekayasa FTI UII, sehingga calon mahasiswa dapat merencanakan studinya secara matang sejak awal.

Dalam menghadapi tantangan era industri 4.0 dan masyarakat 5.0, penguasaan teknologi saja tidaklah cukup. Dunia kerja saat ini membutuhkan profesional yang tidak hanya cakap dalam aspek teknis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan kecerdasan strategis. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Manajemen Rekayasa (PSMR) Universitas Islam Indonesia (UII) menetapkan arah pengembangan lulusannya melalui empat karakter utama yang dirumuskan dalam Profil Lulusan EPIC: Ethical, Professional, Intelligent, dan Competent.

Ethical
Lulusan PSMR UII dibentuk untuk menjunjung tinggi nilai-nilai etika, baik dalam konteks profesional maupun sosial. Etika kerja ini berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi UII, membentuk lulusan yang bertanggung jawab dalam setiap keputusan pengembangan produk yang mereka ambil.

Professional
Sikap profesional ditanamkan sejak awal proses pembelajaran melalui praktik langsung, kerja tim lintas disiplin, serta komunikasi yang efektif. Lulusan dibekali kemampuan untuk bekerja secara sistematis, disiplin terhadap waktu, dan adaptif terhadap dinamika dunia industri.

Intelligent
Kecerdasan yang dimaksud bukan semata-mata akademik, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, analitis, dan strategis dalam merespons kompleksitas pengembangan produk. Lulusan mampu memanfaatkan data digital secara optimal untuk menghasilkan keputusan desain yang akurat dan relevan.

Competent
Kompetensi lulusan dibangun melalui kurikulum berbasis proyek dan integrasi dengan kebutuhan industri. PSMR UII menekankan penguasaan metode dan alat pengembangan produk berbasis data digital (digital data-driven product design), mulai dari identifikasi kebutuhan pasar, perancangan sistem, hingga validasi produk.

Dengan profil lulusan EPIC ini, PSMR UII berkomitmen untuk mencetak generasi baru pengembang produk yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin inovasi yang bermakna dan berkelanjutan. Mereka bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pencipta solusi berbasis data yang berdampak nyata bagi masyarakat.