Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII pada Sabtu (20/06). Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi antara kampus, program studi, dan keluarga mahasiswa dalam mendukung keberhasilan studi. Acara diawali dengan sesi tingkat fakultas di Auditorium FTI UII, Gedung KH Mas Mansyur.

Dekan Fakultas Teknologi Industri UII menyampaikan sambutan dan menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan keluarga mahasiswa. Selanjutnya, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni FTI UII, memaparkan layanan kemahasiswaan, program pengembangan diri, serta peluang beasiswa. Lebih lanjut, Tim Badan Sistem Informasi (BSI) UII juga memperkenalkan layanan akademik melalui platform UII Gateway.

Penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi

Melynda Intan Sahara, mahasiswa MR penerima pengharagaan

FTI UII memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik maupun nonakademik. Salah satu penerima penghargaan dari Program Studi Manajemen Rekayasa adalah Melynda Intan Sahara yang telah menunjukkan dedikasi, prestasi, dan kontribusi positif selama masa studi.

Sesi Diskusi Orang Tua/Wali Mahasiswa

Dalam Temu Wali Angkatan 2025 dilakukan sesi diskusi antar wali mahasiswa

Sesi tingkat fakultas ditutup dengan diskusi bersama Ratna Syifa Rachmahina, S.Psi., M.Si., Psikolog dengan tema “Peran Orang Tua dalam Literasi Keuangan Mahasiswa”. Melalui sesi ini, orang tua dan wali mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pendampingan pengelolaan keuangan, kemandirian finansial, dan tanggung jawab mahasiswa.

Profilisasi Program Studi Manajemen Rekayasa

Elanjati Worldailmi, memaparkan profil program studi Manajemen Rekayasa

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi program studi di Ruang 03.11 Lantai 3 FTI UII. Ir. Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa, memaparkan profil program studi, visi misi, kurikulum, sistem pembelajaran, serta kompetensi lulusan. Beliau menjelaskan bahwa Manajemen Rekayasa mengintegrasikan ilmu rekayasa, teknologi, dan manajemen untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri. Selain itu, mahasiswa juga didukung melalui berbagai kegiatan seperti organisasi, kompetisi, penelitian, magang, dan kolaborasi industri.

Dialog Bersama Dosen Pembimbing Akademik

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) untuk memperkuat komunikasi antara program studi dan keluarga mahasiswa. Orang tua dan wali mahasiswa berdiskusi mengenai sistem pembelajaran, pembimbingan akademik, serta perkembangan studi mahasiswa di UII. Muhammad Komarudin, wali mahasiswa dari Muhammad Azzam Faiz Jibran, mengungkapkan kesannya saat ditemui usai mengikuti sesi dialog bersama Dosen Pembimbing Akademik.

“Alhamdulillah, saya sangat puas dengan arahan dan bimbingan yang diberikan pada pertemuan hari ini. Saya juga sangat berterima kasih atas berbagai saran dan masukan yang telah disampaikan. Semoga anak saya dapat tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku dan berakhlak baik, serta Universitas Islam Indonesia semakin maju dan semakin baik ke depannya,” ungkapnya

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Rekayasa UII berharap dapat memperkuat sinergi antara kampus dan keluarga mahasiswa untuk mendukung perkembangan mahasiswa menjadi lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

Penulis: Vina Safira, Mukti Faunia Rahmayani
Editor: Syawarani Gayatri

Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia mengenang perjuangan para pendahulu yang mempertaruhkan segalanya demi satu kata: merdeka. Namun di usia kemerdekaan yang ke-81, pertanyaan yang layak direnungkan bukan lagi “apakah kita sudah merdeka?”, melainkan “sejauh mana kita telah memaknai kemerdekaan itu secara utuh?”

Kemerdekaan 1945 adalah kemerdekaan dari penjajahan fisik. Namun di era ini, ada bentuk penjajahan baru yang lebih senyap, yaitu ketergantungan teknologi. Ketika peralatan industri, perangkat lunak, dan sistem produksi kita masih banyak bergantung pada lisensi dan produk asing, di situlah kemerdekaan sesungguhnya sedang diuji kembali.

Kemerdekaan Sejati adalah Kemampuan Membangun Sendiri

Bangsa yang benar-benar merdeka adalah bangsa yang mampu merancang, membangun, mengelola, dan mengembangkan teknologinya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya sendiri bukan sekadar menjadi pasar bagi teknologi bangsa lain. Di sinilah relevansi Manajemen Rekayasa;disiplin yang menjembatani penguasaan teknologi dengan kemampuan mengelolanya secara efektif dan berkelanjutan. Sehebat apa pun teknologi diciptakan, ia tidak akan berdampak nyata bila tidak dikelola dan diarahkan dengan baik.

Peran Manajemen Rekayasa dalam Mewujudkan Kemandirian Teknologi

Menjembatani Sains, Teknik, dan Bisnis

Banyak inovasi anak bangsa berhenti di laboratorium karena tidak diterjemahkan menjadi produk yang layak secara teknis sekaligus ekonomis. Manajemen Rekayasa memastikan sebuah rekayasa tidak hanya cerdas secara konsep, tetapi juga dapat diproduksi dan berkelanjutan.

Mengelola Proyek Rekayasa Berskala Nasional

Infrastruktur, energi terbarukan, dan transformasi digital industri memerlukan pengelolaan proyek yang kompleks. Kompetensi manajemen proyek rekayasa menjadi fondasi agar proyek strategis bangsa selesai tepat mutu, waktu, dan biaya.

Mendorong Daya Saing Industri Nasional

Melalui manajemen kualitas dan optimasi sistem produksi, lulusan Manajemen Rekayasa mendorong industri dalam negeri agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi asing, tetapi mampu menghasilkan produk rekayasa yang kompetitif.

Melahirkan Pemimpin Inovasi

Kemandirian bangsa membutuhkan pemimpin yang memahami teknologi sekaligus mampu mengambil keputusan strategis. Manajemen Rekayasa mendidik mahasiswa berpikir sebagai calon pemimpin rekayasa yang mampu mengelola tim lintas disiplin di tengah ketidakpastian.

Semangat Kemerdekaan dalam Setiap Rancangan Sistem

Setiap kali insinyur merancang sistem produksi yang lebih efisien dengan komponen lokal, setiap kali sebuah tim mengelola proyek rekayasa hingga menghasilkan solusi yang dahulu harus diimpor, di situlah semangat kemerdekaan diwujudkan kembali dalam bentuk baru: berdaulat dan mandiri secara teknologi. Manajemen Rekayasa dengan demikian bukan sekadar bidang studi, melainkan ikhtiar melanjutkan cita-cita kemerdekaan dalam wajah baru kemerdekaan teknologi dan industri bangsa.

Penutup

Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya piawai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengelola dan mengarahkannya untuk kepentingan bangsa sendiri. Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Islam Indonesia hadir dengan tujuan mencetak sumber daya manusia yang memahami rekayasa sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan, agar Indonesia menjadi pemain dan pengarah masa depan teknologinya sendiri.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

 

Penulis: Mukti Faunia Rahmayani
Editor: Syawarani Gayatri

Mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil meraih penghargaan Favorite Winner dalam kegiatan EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi (SIMANTI) UII. Penghargaan tersebut diraih oleh Gina Firasya, Nabiilah Naurah, dan Huda Nur Ihsan Muhammad Akbar melalui karya yang dikembangkan dalam ajang tersebut.

EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII merupakan wadah bagi mahasiswa Manajemen Rekayasa untuk mengembangkan kemampuan dalam desain, gambar teknik, dan perancangan berbasis konsep rekayasa. Melalui tahapan penyusunan ide, pengembangan konsep, hingga penyempurnaan desain, mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum gambar teknik.

Menghadirkan Inovasi Greenspace Table

Inovasi Greenspace Table Karya Mahasiswa MR UII

Dalam proyek ini, tiga mahasiswa MR UII mengembangkan Greenspace Table, yaitu meja multifungsi untuk 1–3 orang. Meja ini menggabungkan fungsi meja, penyimpanan, dan kursi dalam satu desain. Inovasinya berupa flip storage, rak penyimpanan, serta chair recycle yang dibuat dari koran bekas dan dapat disimpan di dalam meja sehingga lebih hemat ruang. Lebih lanjut, meja ini juga memiliki folding mechanism dan roda brake lock, sehingga mudah dilipat dan dipindahkan namun tetap stabil saat digunakan. Secara keseluruhan, Greenspace Table menggabungkan fungsionalitas, efisiensi ruang, dan konsep ramah lingkungan.

Pengalaman Berharga dalam Menciptakan Karya

Bagi Nabiilah Naurah, keikutsertaan dalam EXPRO BIG PROJECT menjadi pengalaman yang berharga karena memberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam bidang rekayasa. Melalui kegiatan ini, ia bersama tim dapat belajar mengolah ide menjadi sebuah karya serta memahami pentingnya ketelitian dan kerja sama dalam proses perancangan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Pengalaman selama mengikuti EXPRO BIG PROJECT menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik,” ungkap Nabiilah Naurah.

Apresiasi atas Kreativitas Mahasiswa Manajemen Rekayasa

Pencapaian sebagai Favorite Winner menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Gina Firasya, Nabiilah Naurah, dan Huda Nur Ihsan Muhammad Akbar dalam mengembangkan karya pada EXPRO BIG PROJECT Gambar Teknik FTI UII. Prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Manajemen Rekayasa UII dalam menggabungkan kreativitas, kemampuan teknis, dan konsep rekayasa untuk menghasilkan karya inovatif serta bermanfaat bagi dunia industri

Penulis: Vina Safira
Editor: Syawarani Gayatri