Tag Archive for: Manajemen Rekayasa

Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan webinar dengan yang diadakan secara daring pada hari Sabtu (08/11) yang mengangkat tema “What Customer Say What You Build: Belajar Desain Berbasis Data Mining”. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pemanfaatan data mining dalam proses desain produk sehingga produk dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Mukti Faunia Rahmayani sebagai MC pada acara ini memulai webinar pada pukul 09.00 WIB. Setelah menyampaikan sambutan dan membacakan susunan acara, MC memandu peserta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UII, lalu melanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Acara berlangsung dengan Zelania In Haryanto, S.T., M.T., sebagai moderator.

Pada acara ini,  Zelania selaku moderator, memperkenalkan Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. sebagai pembicara utama. Beliau merupakan dosen Manajemen Rekayasa UII yang memiliki keahlian dan pengalaman kuat di bidang data mining, serta saat ini menjabat sebagai Kepala Laboratorium Data Mining.

Memahami Kebutuhan Customer Melalui Data Mining

Dalam pemaparan materinya, Dwi Adi menekankan bahwa salah satu fungsi dari kesuksesan produk yaitu dapat mengidentifikasi customer dan memberikan penawaran produk yang dibutuhkan oleh customer. Data mining dapat berperan penting dalam penyesuaian produk dengan kebutuhan customer, pemanfaatan data mining tidak hanya berhenti pada proses mengolah dan menampilkan data, tetapi teknik ini juga menjadi fondasi awal untuk memahami pola perilaku dan preferensi pelanggan dengan tetap membutuhkan pendalaman analisis agar hasilnya benar-benar relevan dengan arah desain yang ingin dikembangkan.

“Selain data mining itu perannya menampilkan pola atau trend, kita juga perlu adanya suatu interpretasi yang lebih dalam, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan desain yang mau kita tawarkan.” ungkapnya.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa sejumlah teknik data mining yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Dwi Adi mencontohkan penggunaan sentiment analysis untuk mengidentifikasi emosi pelanggan melalui komentar positif maupun negatif, topic modeling untuk menemukan topik-topik yang paling sering dibahas sehingga perusahaan dapat mengetahui fitur apa yang dianggap penting oleh pengguna dan clustering juga menjadi teknik penting untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kesamaan perilaku dan dapat dimanfaatkan untuk segmentasi pasar. Dalam pemilihan teknik, selalu menyesuaikan jenis data yang tersedia agar hasil analisis dapat mengarahkan keputusan desain produk secara tepat dan berbasis kebutuhan konsumen.

Sesi Tanya Jawab

Webinar ini berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta mengenai peran data mining yang dapat menjembatani kesenjangan antara apa yang pelanggan ungkapkan dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, terkait teknik data mining dapat mengidentifikasi potensi penipuan digital, hingga merancang kuesioner yang efektif agar data yang terkumpul valid dan representatif.

Menanggapi hal tersebut, Dwi Adi menekankan pentingnya pemilihan sampel yang tepat, penggunaan teknik data mining yang sesuai serta perlunya interpretasi manusia untuk memahami konteks sosial, emosi, dan motif pengguna yang tidak selalu tampak dalam pola data. Dwi Adi juga menjelaskan bahwa data mining memiliki penerapan yang luas, mulai dari mengidentifikasi potensi penipuan pada layanan digital, memahami kebutuhan pelanggan untuk pengembangan produk, hingga memetakan karakteristik pengguna sebagai dasar segmentasi pasar.

Sesi ini kemudian ditutup dengan kesimpulan bahwa data mining bukan sekadar alat teknis, melainkan fondasi penting yang harus dikaitkan dengan kreativitas serta intuisi manusia agar keputusan desain produk yang dihasilkan lebih tepat, relevan, dan berkelanjutan. Dengan antusias  peserta yang tinggi sepanjang diskusi, panitia menutup acara dengan harapan bahwa wawasan yang diperoleh dapat mendorong peserta untuk terus mendalami potensi data mining pada proses desain dan pengembangan inovasi produk di masa mendatang.

Nisrina Nur Masrefa

Yogyakarta, Januari 2025 — Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Rekayasa berkolaborasi dengan tim peneliti mahasiswa dari Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), mengembangkan smart headphone inovatif yang mampu mengendalikan paparan kebisingan dan pencahayaan berlebih saat bermain video game. Hasil penelitian ini dituangkan dalam paper berjudul “Studi Pendahuluan Perancangan Smart Headphone untuk Pengendalian Paparan Kebisingan dan Pencahayaan” yang dipublikasikan melalui SEMNAS RISTEK (Seminar Nasional Riset dan Teknologi). Penelitian tersebut merupakan salah satu penelitian yang diselesaikan dosen manajemen rekayasa. 

Tim peneliti terdiri dari Ratih Dianingtyas Kurnia, Ph.D., dosen Prodi Manajemen Rekayasa, serta empat mahasiswa prodi Teknik Industri — Virna Kumala, M. Ilham Ivansyah, Nabila Alifah, dan Muhammad Ryan Febriansyah — yang berperan aktif dalam pengumpulan data, perancangan sistem, dan analisis hasil penelitian. menyoroti risiko kesehatan akibat paparan bising hingga 80 dB dan pencahayaan rendah saat bermain game. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi hingga menyebabkan gangguan pendengaran dan penglihatan.

“Melalui riset ini, kami ingin menghadirkan teknologi wearable yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu melindungi pengguna dari paparan berlebih,” ujar Ratih, dosen sekaligus peneliti utama.

Smart headphone ini mengintegrasikan sensor suara KY-038 dan sensor cahaya TSL45315 yang terhubung dengan Raspberry Pi sebagai pengendali utama. Sistem akan otomatis mengaktifkan fitur noise-cancellation atau memberikan notifikasi suara bila pengguna terpapar kebisingan atau cahaya di luar ambang batas aman.

Rancangan produk juga mengacu pada prinsip ergonomi dan antropometri, dengan menyesuaikan ukuran kepala dan telinga pengguna agar tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Analisis data menunjukkan seluruh dimensi tubuh responden berdistribusi normal, memastikan desain sesuai untuk berbagai ukuran pengguna.

Penelitian ini menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi audio cerdas yang berorientasi pada kesehatan pengguna. “Harapannya, riset ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan wearable technology lain yang lebih adaptif dan ramah terhadap kondisi fisik manusia,” tambah Ratih.

Selain sebagai solusi bagi gamer, teknologi ini juga berpotensi diterapkan di sektor industri dan pendidikan yang memerlukan kontrol terhadap kebisingan dan pencahayaan lingkungan kerja.

Program Studi Manajemen Rekayasa FTI UII merupakan bidang yang menggabungkan disiplin teknik, manajemen, dan inovasi teknologi untuk menjembatani proses perancangan hingga implementasi solusi rekayasa yang bernilai bisnis. 

Mahasiswa di prodi ini dibekali kemampuan analisis sistem, manajemen proyek, serta pengembangan produk berbasis teknologi agar mampu mengelola sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Dengan karakter interdisipliner tersebut, Manajemen Rekayasa menjadi jurusan yang sangat relevan untuk mengembangkan produk inovatif seperti smart headphone ini, karena menuntut pemahaman tentang teknologi, kebutuhan pengguna, dan aspek manajerial dalam proses inovasi.

Sumber: Studi Pendahuluan Perancangan Smart Headphone untuk Pengendalian Paparan Kebisingan dan Pencahayaan

Rani Novalentina